Surat Al-Mujadilah Ayat 4
سُورَةُ المُجَادلَةِ · Madaniyah · Ayat 4 dari 22
فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِن قَبْلِ أَن يَتَمَآسَّا ۖ فَمَن لَّمْ يَسْتَطِعْ فَإِطْعَامُ سِتِّينَ مِسْكِينًۭا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۗ وَلِلْكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemahan
Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih.
Terjemahan: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Topik yang membahas ayat ini
Ayat ini dibahas dalam 18 panduan studi tematik di Maani (panduan dalam bahasa Inggris).
- Expiations (Kaffarat) (ayat kunci)
- Reconciliation (Islah) (ayat kunci)
- Capacity (Istitah)
- Divine Limits (Hudud)
- Rights (Huquq)
- The Family (Usrah)
- Economy (Iqtisad)
- Motherhood (Umumah)
- Dialogue (Hiwar)
- Zakat
- Falsehood (Zur)
- Prophethood (Nubuwwah)
- Women (Nisa')
- Time (Waqt)
- Fasting (Siyam)
- Weakness (Da'f)
- Divorce (Talaq)
- Food (Ta'am)
Renungkan ayat ini
Renungkan ayat ini di Maani melalui lima lensa: pilihan katanya, konteksnya, maknanya bagi Anda, keterkaitannya dengan ayat lain, dan pelajarannya, berdasarkan tafsir klasik.