Surat At-Talaq Ayat 5
سُورَةُ الطَّلَاقِ · Madaniyah · Ayat 5 dari 12
ذَٰلِكَ أَمْرُ ٱللَّهِ أَنزَلَهُۥٓ إِلَيْكُمْ ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا
Terjemahan
Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.
Terjemahan: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Makna dan renungan
Pilihan Kata
Melalui ayat ini, Surah At-Talaq ayat 5, Allah subhanahu wa ta'ala kembali menuntun hati kita dengan lembut namun tegas. Ia adalah sebuah pernyataan ilahi yang mengukuhkan hukum-hukum sebelumnya tentang perceraian dan masa iddah (masa tunggu) sebagai titah langsung dari-Nya. Marilah kita merenungi bagaimana pemilihan kata-kata dalam ayat ini menguatkan pesan tersebut bagi setiap dari kita.
Perintah Agung dari Ilahi
Ayat ini dibuka dengan `ذَٰلِكَ أَمْرُ ٱللَّهِ` (`dhalika amrullah`), yang dapat kita pahami sebagai "Itulah perintah Allah". Kata `ذلك` (`dhalika`, "itu") merujuk kembali kepada seluruh hukum dan panduan yang telah disebutkan sebelumnya, khususnya terkait perceraian dan masa iddah. Ini bukan sekadar saran, melainkan sebuah titah suci yang datang langsung dari Sang Pencipta. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa `أَمْرُ ٱللَّهِ` berarti "hukum-Nya dan apa yang telah Dia syariatkan untukmu," seperti yang dijelaskan oleh Ibn Ashur. Ini menegaskan otoritas mutlak dan kewajiban untuk mengikuti aturan-aturan ini.
Lebih lanjut, Allah berfirman `أَنزَلَهُۥٓ إِلَيْكُمْ` (`anzalahu ilaykum`), "yang Dia turunkan kepadamu". Pemilihan kata "menurunkan" (`anzalahu`) untuk perintah ini sangat bermakna. Ibn Ashur memandangnya sebagai sebuah metafora. Ia mengibaratkan kemuliaan makna dan lafaz ayat-ayat ini seperti sesuatu yang tinggi yang diturunkan dari tempat yang mulia. Ini bukan hanya menunjukkan asal-usul ilahi, tetapi juga menandakan betapa penting dan mulianya petunjuk ini bagi manusia. Frasa `إِلَيْكُمْ` (`ilaykum`, "kepadamu") menjadikan pesan ini sangat personal, seolah-olah Allah berbicara langsung kepada setiap individu. Ini menunjukkan bahwa hukum-hukum ini diturunkan demi kebaikan dan petunjuk bagi kita semua.
Janji Berulang untuk Orang Bertaqwa
Setelah mengukuhkan sumber dan kepentingan hukum-hukum-Nya, ayat ini melanjutkan dengan `وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا` (`wa man yattaqillah yukaffir 'anhu sayyi'atihi wa yu'zim lahu ajran`). Ini adalah pengulangan dari janji bagi orang-orang yang bertakwa, yang serupa dengan ayat sebelumnya (ayat 4). Pengulangan klausa "dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah" (`وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ`) menunjukkan betapa sentralnya konsep takwa (kesadaran dan ketundukan kepada Allah) dalam melaksanakan perintah Allah.
Di ayat 4, janji bagi orang bertakwa adalah Allah akan memberikan "kemudahan dalam urusannya" (`يَجْعَل لَّهُۥ مِنْ أَمْرِهِۦ يُسْرًا`). Namun, di ayat 5 ini, janji tersebut diperluas dan ditingkatkan. Allah akan `يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّـَٔاتِهِۦ` ("menghapus kesalahan-kesalahannya") dan `وَيُعْظِمْ لَهُۥٓ أَجْرًا` ("melipatgandakan pahalanya"). Penggunaan kata `يُكَفِّرْ` (`yukaffir`, menghapus atau menutupi) menunjukkan kemurahan Allah dalam mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Sementara `يُعْظِمْ` (`yu'zim`, melipatgandakan atau menjadikan besar) menandakan bahwa pahala yang diberikan bukan sekadar balasan yang setimpal, melainkan karunia yang jauh melampaui usaha hamba tersebut. Ini adalah isyarat bahwa takwa tidak hanya membawa kemudahan di dunia, tetapi juga pembersihan dosa dan pahala yang agung di akhirat, suatu hal yang lebih besar dan kekal. Repetisi ini, seperti yang disoroti oleh Ibn Ashur, berfungsi sebagai penekanan kuat atas janji ilahi, yang menginspirasi kita untuk mendekati hukum-hukum-Nya dengan takwa yang tulus.
Sumber: al-Zamakhshari (al-Kashshaf), al-Jalalayn, al-Jadwal fi I'rab al-Quran (Mahmud Safi), Ibn Ashur (al-Tahrir wa al-Tanwir), al-Razi (Mafatih al-Ghayb)
Topik yang membahas ayat ini
Ayat ini dibahas dalam 9 panduan studi tematik di Maani (panduan dalam bahasa Inggris).
Renungkan ayat ini
Renungkan ayat ini di Maani melalui lima lensa: pilihan katanya, konteksnya, maknanya bagi Anda, keterkaitannya dengan ayat lain, dan pelajarannya, berdasarkan tafsir klasik.