Surat Al-Balad Ayat 1

سُورَةُ البَلَدِ · Makkiyah · Ayat 1 dari 20

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ لَآ أُقْسِمُ بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ

Terjemahan

Aku bersumpah dengan negeri ini (Mekkah),

Terjemahan: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Makna dan renungan

Pilihan Kata

Sumpah yang Menarik Perhatian

Ayat pertama Surah Al-Balad, `لَآ أُقْسِمُ بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ` (`La uqsimu bihadha al-balad`), segera mengundang kita untuk berhenti sejenak dan merenungkan susunan katanya yang istimewa. Mari kita pahami mengapa Allah memilih kalimat ini.

Ketika kita membaca `لَآ أُقْسِمُ` (`La uqsimu`), secara harfiah artinya "Aku tidak bersumpah." Namun, dalam kaidah bahasa Arab Al-Qur'an, huruf `لا` (`la`) di awal sumpah seperti ini seringkali tidak berfungsi sebagai penolakan, melainkan sebagai penegas atau penguat. Imam Al-Jalalayn menjelaskan bahwa `لا` di sini adalah `za'ida` (tambahan) untuk penekanan. Artinya, Allah *sungguh-sungguh* bersumpah. Para ulama tafsir, termasuk Ibn Ashur, menafsirkan bahwa penggunaan `لا أُقْسِمُ` mengisyaratkan bahwa hal yang akan disumpahi itu begitu agung dan jelas kebenarannya, sehingga seolah-olah tidak perlu disumpahi. Namun, Allah tetap bersumpah untuk semakin mengagungkan dan menekankan pentingnya pesan yang akan datang. Gaya bahasa ini juga bertujuan untuk `tashwiq`, yaitu membangkitkan rasa penasaran dan antisipasi pada pendengar, membuat mereka lebih siap menerima inti pesan surah ini.

Penekanan pada Kota Mulia

Lalu, Allah berfirman `بِهَٰذَا ٱلْبَلَدِ` (`bihadha al-balad`), yang berarti "dengan kota ini." Kata `هَٰذَا` (`hadha`) adalah kata tunjuk yang merujuk pada sesuatu yang sudah dikenal dan hadir dalam benak para pendengar, yaitu Mekah, sebagaimana dijelaskan dalam konteks ayat. `ٱلْبَلَدِ` (`al-balad`) di sini merujuk pada Mekah yang mulia. Ibn Ashur menjelaskan bahwa penggunaan `هَٰذَا` ini berfungsi untuk `tamyeedh` (membedakan) dan `tanweeh` (mengagungkan) kota tersebut. Ini bukan sembarang kota, melainkan kota yang memiliki kedudukan istimewa, tempat Ka'bah berada dan tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Dengan bersumpah atas kota yang penuh berkah dan sejarah ini, Allah menekankan betapa besarnya nilai dan kehormatan Mekah, sekaligus mempersiapkan hati kita untuk pesan agung yang akan diungkapkan dalam surah ini.

Melalui pilihan kata yang begitu cermat, ayat pembuka Surah Al-Balad tidak hanya menyampaikan sebuah sumpah, tetapi juga menarik perhatian kita, mengagungkan objek yang disumpahi, dan membangun antisipasi untuk hikmah mendalam yang akan menyusul.

Sumber: Ibn Ashur (al-Tahrir wa al-Tanwir), al-Zamakhshari (al-Kashshaf), al-Razi (Mafatih al-Ghayb), al-Jadwal fi I'rab al-Quran (Mahmud Safi), al-Jalalayn

Topik yang membahas ayat ini

Ayat ini dibahas dalam 3 panduan studi tematik di Maani (panduan dalam bahasa Inggris).

Lihat semua topik Al-Quran

Renungkan ayat ini

Renungkan ayat ini di Maani melalui lima lensa: pilihan katanya, konteksnya, maknanya bagi Anda, keterkaitannya dengan ayat lain, dan pelajarannya, berdasarkan tafsir klasik.

Renungkan ayat ini dengan Maani